Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Siapkan SDM Unggul Hadapi Industri Nikel dan Teknologi, Targetkan Lulusan Siap Bersaing Global

Penulis: Hendri Saputra  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 09:31:01 WIB
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi industri nikel dan teknologi.

JAKARTA — Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa masa depan provinsi yang kaya nikel ini tidak terletak pada sumber daya alam di bawah tanah, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang lahir dari ruang kelas. Pernyataan itu disampaikan usai bertemu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, untuk merancang arah pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

Nikel Tak Akan Berarti Tanpa SDM Kompeten

Menurut Sherly, kekayaan nikel, energi, dan teknologi tidak akan memberikan manfaat maksimal jika tidak dikelola oleh tenaga kerja yang kompeten dan mampu memimpin transformasi industri. "Banyak yang mengatakan masa depan Maluku Utara ada di bawah tanah. Saya justru percaya masa depan Maluku Utara ada di dalam ruang kelas. Karena nikel, energi, dan teknologi tidak akan mengubah apa pun jika kita tidak memiliki SDM yang siap memimpinnya," ujar Sherly dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.

Program Studi Baru: Metalurgi hingga Kecerdasan Buatan

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah langkah strategis dibahas untuk menjembatani gap antara dunia pendidikan dan industri. Fokus utama meliputi penguatan pendidikan vokasi, pengembangan politeknik, hingga pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan sektor riil.

Program studi yang akan didorong antara lain metalurgi, ketenagalistrikan, energi terbarukan, dan kecerdasan buatan (AI). Bidang-bidang ini dinilai krusial untuk mendorong transisi dari industri ekstraktif menuju industri restoratif di Maluku Utara.

Teknologi AI untuk Guru, Bukan Menggantikan

Selain bertemu Mendiktisaintek, Sherly bersama rombongan juga mengunjungi BTS Company untuk melihat langsung penerapan teknologi AI dan smart panel dalam proses belajar mengajar. Ia menekankan bahwa teknologi ini bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu agar pembelajaran lebih personal, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Kalau cara belajarnya masih sama seperti 20 tahun lalu, berarti kita sedang menyiapkan mereka untuk masa lalu, bukan masa depan," katanya.

Target: Lulusan yang Mampu Berinovasi dan Bersaing Global

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berinovasi, membangun usaha sendiri, dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Sherly menegaskan, investasi terbesar bukanlah membangun pabrik atau infrastruktur fisik semata.

"Investasi terbaik bukan hanya membangun industri, tetapi membangun manusia yang mampu memimpin industrinya," tandas Sherly.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top