MOROTAI — Keunggulan Ternate sudah terlihat sejak kuarter pertama. Permainan kolektif yang cepat, perputaran bola rapi, dan transisi menyerang efektif membuat pertahanan Tidore tak berkutik sepanjang pertandingan.
Della Pricilia dan rekan-rekannya tampil agresif. Dominasi berlangsung di setiap kuarter, sementara lini belakang Ternate hanya kebobolan lima angka hingga laga usai.
Pelatih Ternate, Seza Syahrian Zeinsal, mengaku puas dengan eksekusi para pemainnya. Ia menegaskan seluruh strategi yang disiapkan berjalan mulus di lapangan.
"Tim bermain sesuai dengan game plan yang sudah kami siapkan. Anak-anak bermain secara kolektif dan mengandalkan perputaran bola yang baik, sehingga kami bisa menghasilkan poin yang besar," ujar Seza usai pertandingan.
Meski menang besar, Seza tak ingin cepat berpuas diri. Ia menyebut masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama defense dan pola serangan, agar permainan lebih rapi.
Tim pelatih juga telah menerapkan strategi rotasi pemain sejak laga perdana. Beberapa pemain sengaja tidak dimainkan secara maksimal demi menjaga kondisi fisik.
"Kami masih menyimpan beberapa pemain kami untuk game berikutnya melawan Halmahera Utara putri," ungkapnya.
Kemenangan telak ini menjadi modal positif bagi Ternate dalam mengarungi persaingan Popda XII. Jika kembali meraih hasil positif saat menghadapi Halmahera Utara, peluang mereka melangkah lebih jauh sekaligus bersaing dalam perebutan medali emas akan semakin terbuka.