Pemprov Malut Luncurkan SPMB 2026, Wagub Sarbin Peringatkan Praktik Titip-Menitip Siswa

Penulis: Jamal Nasution  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 19:37:01 WIB
Wagub Malut Sarbin Sehe menegaskan pentingnya integritas dalam peluncuran SPMB 2026 di Ternate.

TERNATE — Peluncuran SPMB 2026 digelar di Aula Mini Lantai II SMK Negeri 2 Ternate, dirangkaikan dengan User Acceptance Test (UAT) dan penandatanganan Pakta Integritas. Wagub Sarbin Sehe mengingatkan bahwa keberhasilan sistem ini bergantung pada integritas semua pihak yang terlibat, bukan semata-mata kecanggihan teknologi.

“Jangan sampai integritas kita terganggu oleh nepotisme atau budaya titip-menitip karena faktor pertemanan. Sistem yang baik harus dikawal dengan kualitas diri, kualitas hati, dan kejujuran dari setiap pelaksana,” tegas Sarbin dalam sambutannya.

Empat Jalur Penerimaan untuk Pemerataan Akses

SPMB 2026 mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 serta Keputusan Menteri Nomor 14 Tahun 2026. Sistem ini mengakomodasi empat jalur penerimaan: Prestasi, Afirmasi, Domisili, dan Mutasi.

Menurut Wagub, penerapan sejumlah jalur ini merupakan upaya pemerintah untuk menjamin pemerataan akses pendidikan di tengah keterbatasan daya tampung sekolah. Ia menekankan bahwa kuota sekolah telah ditetapkan dan dikunci dalam sistem sehingga hasil seleksi harus dihormati oleh semua pihak.

“Masyarakat harus percaya pada hasil yang ditetapkan sistem. Tidak perlu lagi mencari jalan pintas melalui orang dalam atau pihak tertentu karena proses ini telah dirancang agar berlangsung adil dan transparan,” ujarnya.

DPRD: Tak Ada Lagi Celah Intervensi

Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara, Muhajirin Bailusy, mengapresiasi implementasi SPMB yang dinilai sebagai langkah maju dalam keterbukaan publik di sektor pendidikan. Ia menegaskan bahwa sistem yang diterapkan saat ini tidak dapat diintervensi oleh siapa pun, termasuk pejabat pemerintah maupun anggota legislatif.

“Ini adalah proses yang sangat terbuka. Sistem ini tidak bisa lagi diintervensi oleh siapa pun, termasuk Wakil Gubernur, Sekda, maupun Komisi IV DPRD. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan,” katanya.

UAT Melibatkan Siswa dan Pakta Integritas Lintas Instansi

Untuk memastikan kesiapan sistem, panitia melibatkan siswa kelas IX dalam kegiatan User Acceptance Test (UAT). Tujuannya menguji keandalan, keamanan, dan kemudahan penggunaan aplikasi sebelum diterapkan secara penuh.

Pendaftaran jenjang SMA, SMK, dan SLB akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup Jalur Prestasi dan Jalur Afirmasi, sedangkan tahap kedua meliputi Jalur Domisili dan Jalur Mutasi.

Peluncuran SPMB 2026 juga ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas yang melibatkan Ombudsman RI Perwakilan Maluku Utara, Polda Maluku Utara, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Dinas Sosial, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Maluku Utara.

Wagub Sarbin juga mengingatkan para operator aplikasi agar menjalankan tugas secara profesional dan tidak membuka ruang bagi praktik kecurangan. “Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar, transparan, dan mampu melahirkan generasi muda yang unggul serta berkarakter dari sistem pendidikan yang bersih dan berintegritas,” pungkasnya.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: halmaheranesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top