MALUKU UTARA — Platform streaming Paramount+ kembali menjadi sorotan setelah dugaan penggunaan AI generatif untuk materi promosi. Thumbnail film klasik Star Trek II: The Wrath of Khan menampilkan Kapten James T. Kirk dalam balutan jas dan dasi—penampilan yang sama sekali tak ada dalam kanon Star Trek.
Laporan dari Kotaku, yang dikonfirmasi langsung oleh pengamat internet, mengungkap thumbnail tersebut memperlihatkan wajah William Shatner sebagai Kirk yang ditempel pada tubuh palsu berjas. Wajah Kirk diambil dari adegan pemeriksaan retina di film aslinya, di mana ia mengenakan seragam Starfleet.
“Saya sudah menonton semua episode Star Trek di belasan serial. Saya bahkan tak yakin jas bisnis itu ada di masa depan yang jauh itu,” ujar seorang penggemar dalam laporan tersebut. Satu-satunya momen Kirk memakai pakaian non-seragam adalah saat ia mengenakan kemeja flanel dan celana jins saat berkunjung ke Bumi era 1930-an.
Artis Ryan Estrada memberikan analisis mengenai asal-usul thumbnail tersebut. Ia menduga Paramount+ ingin menyorot adegan pemindaian retina Kirk sebagai gambar utama thumbnail. Namun, cuplikan asli hanya berupa close-up wajah Shatner yang terpotong di area dahi. AI generatif digunakan untuk:
Hasilnya, rambut Kirk di thumbnail terlihat sangat palsu dan aneh. “Panjang umur AI slop Kirk,” tulis Estrada secara sarkastis.
Pemilik Paramount, David Ellison, baru-baru ini menyatakan kepada CNBC bahwa perusahaannya “menggunakan teknologi untuk mentransformasi setiap aspek bisnis ini.” Jika thumbnail tersebut menjadi pertanda, para penggemar Star Trek mungkin harus mulai menimbun Blu-Ray sebagai antisipasi.
Keputusan ini terasa pahit bagi penggemar setia waralaba tersebut. Paramount saat ini dinilai telah mengakhiri sementara produksi Star Trek setelah membatalkan serial Starfleet Academy yang sebenarnya berkualitas dan menghentikan produksi Strange New Worlds.
Bagi pengguna Indonesia yang berlangganan Paramount+, thumbnail ini bisa langsung dicek di halaman film Star Trek II: The Wrath of Khan. Bila kualitas konten seperti ini yang akan jadi standar ke depan, mungkin sudah saatnya penggemar beralih ke media fisik yang lebih terpercaya.