SOFIFI — Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Maluku Utara tidak hanya berlangsung di perkotaan. LAZNAS BMH Maluku Utara mengirimkan para dai ke wilayah pedalaman yang sulit dijangkau untuk memimpin ibadah dan menyampaikan syiar Islam. Program ini menyasar desa-desa yang selama ini minim akses pembinaan keagamaan.
Perjalanan menuju lokasi dakwah tidak mudah. Jarak tempuh yang jauh, medan terjal, serta keterbatasan transportasi menjadi tantangan utama para dai. Meski demikian, semangat untuk membersamai umat di daerah terpencil tidak surut.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung khidmat. Kehadiran para dai BMH menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga yang selama ini membutuhkan pendampingan dakwah secara langsung.
Dalam khutbahnya, salah satu dai BMH, Nashirul Haq, menyampaikan pesan tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah. Momentum Idul Adha juga dijadikan sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi terhadap sesama.
Kepala Perwakilan BMH Maluku Utara, Nurhadi, menyatakan bahwa Program Sebar Dai merupakan bentuk ikhtiar menghadirkan dakwah Islam hingga ke pelosok. “Program Sebar Dai BMH bertujuan menghadirkan pembinaan keislaman, penguatan akidah, pendidikan Al-Qur’an, serta membersamai masyarakat pedalaman agar tetap merasakan hadirnya dakwah Islam secara berkelanjutan,” ujarnya.
Misran, tokoh masyarakat desa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian BMH Maluku Utara. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BMH Maluku Utara dan para dai yang telah datang ke desa kami. Kehadiran dai sangat membantu masyarakat dalam belajar agama, membina anak-anak mengaji, dan menghidupkan kegiatan keislaman di kampung kami,” ungkapnya.
Melalui program dakwah pedalaman dan Sebar Dai, BMH Maluku Utara berkomitmen menebarkan cahaya Islam hingga ke pelosok negeri sekaligus memperkuat ukhuwah dan pelayanan umat di daerah terpencil.