JAKARTA — Irjen Pol Arif Budiman memulai babak baru di ujung timur Indonesia. Perwira tinggi yang sebelumnya menjabat Komandan Pasukan (Danpas) Brimob II Korbrimob Polri itu kini memimpin Kepolisian Daerah Maluku Utara.
Mutasi ini merupakan bagian dari rotasi besar Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri yang digelar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada awal Mei 2026. Surat Telegram Rahasia nomor ST/960/KEP.2026 ditandatangani oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Anwar.
Pria kelahiran 17 September 1972 ini bukan nama baru di dunia kepolisian. Sejak lulus Akpol pada 1994, Arif Budiman lebih banyak menghabiskan masa tugasnya di Satuan Brimob. Ia pernah menjabat Wakil Komandan Satuan Brimob (Wadansatbrimob) Polda Sumatera Selatan pada 2013, lalu naik menjadi Komandan Satuan Brimob (Dansatbrimob) di tiga provinsi berbeda: Polda Bangka Belitung (2016), Polda Sumsel (2016), dan Polda Jawa Barat (2018).
Pada 2019, ia dipercaya sebagai Wakil Komandan Pasukan Gegana (Wadanpasgegana) Korbrimob Polri. Arif juga sempat menjabat sebagai Kapolres Serdang Bedagai, Polda Sumatera Utara, sebelum kembali ke satuan asalnya.
Puncak penugasan strategis Arif terjadi pada tahun 2022. Ia ditunjuk sebagai Kepala Operasi Madago Raya, operasi penegakan hukum yang berfokus pada penanganan sisa-sisa kelompok teroris di wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Pengalaman ini menjadi modal utama saat ia memimpin pasukan elite Brimob di level nasional sebagai Danpas Brimob II.
Penempatannya di Maluku Utara dinilai sebagai langkah strategis. Provinsi kepulauan yang rawan konflik horizontal dan bencana alam ini membutuhkan pemimpin yang paham penanganan kerusuhan dan operasi SAR.
Dengan rekam jejak yang sarat penugasan tempur dan pengamanan, publik Maluku Utara kini menantikan gebrakan pertama dari jenderal Brimob ini dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah timur Indonesia.