MALUKU UTARA — Lini produk Honda di pasar otomotif China sedang mengalami pergeseran drastis. Beberapa model yang sempat menjadi tulang punggung penjualan kini memasuki fase penghentian produksi atau discontinue. Langkah ini diambil menyusul laporan Sina Finance yang menyebutkan bahwa Honda hanya mampu melepas 22.595 unit kendaraan sepanjang April 2026, sebuah penurunan tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejumlah nama besar dalam portofolio Honda mulai menghilang dari kanal promosi resmi. Honda ZR-V, SUV yang baru meluncur pada 2022, menjadi salah satu korban paling terdampak. Untuk menghabiskan stok yang ada, dealer melakukan obral besar-besaran dengan memangkas harga dari 210.000 yuan (sekitar Rp465 jutaan) menjadi hanya 84.800 yuan atau setara Rp188 jutaan.
Nasib serupa menimpa Honda Fit dan kembarannya, Honda LIFE. Hatchback yang selama ini populer di segmen anak muda tersebut sudah tidak lagi menerima pesanan baru sejak awal 2026. Selain model bermesin konvensional, lini elektrifikasi seperti Accord e:PHEV dan SUV listrik e:NS1 juga masuk dalam daftar pembersihan stok melalui program clearance sale.
Efisiensi besar-besaran ini berdampak langsung pada fasilitas manufaktur Honda di China. Pabrik GAC Honda yang berlokasi di Huangpu, Guangzhou, dijadwalkan berhenti beroperasi sepenuhnya pada Juni 2026. Restrukturisasi ini berlanjut pada 2027 dengan rencana penutupan pabrik Dongfeng Honda di Wuhan.
Secara kumulatif, Honda memangkas kapasitas produksi mobil bermesin pembakaran internal (ICE) mereka secara masif. Dari kemampuan produksi 1,2 juta unit per tahun, kini hanya akan disisakan kapasitas sebesar 720 ribu unit per tahun. Pengurangan sebesar 480 ribu unit ini mencerminkan strategi baru Honda yang mulai realistis menghadapi perubahan selera pasar.
Tekanan yang dialami pabrikan Jepang ini tidak lepas dari agresivitas merek lokal China. Nama-nama seperti BYD, Geely, Chery, hingga pemain baru Xiaomi terus menggerus pangsa pasar Honda, terutama di segmen mobil listrik dan hybrid. Penjualan kumulatif Honda periode Januari-April 2026 yang tercatat 145.065 unit menunjukkan tren penurunan 28 persen yang sulit dibendung tanpa langkah drastis.
Fakta Singkat Krisis Honda di China:
Situasi ini menandai berakhirnya era dominasi mesin konvensional Honda di Negeri Tirai Bambu. Fokus perusahaan kini terpaksa bergeser pada upaya bertahan hidup di tengah perang harga dan transisi energi yang dipimpin oleh pabrikan domestik China.